Direktori Bisnis Indonesia

Blog Direktori Bisnis Indonesia

Pelaksanaan Shalat Jenazah Sesuai Ilmu Fiqih

Dalam Islam, meskipun sudah meninggal tetap akan mendapatkan haknya yakni pengurusan yang sesuai. Di dalamnya termasuk dimandikan, dikafani, hingga disholatkan dan dikubur. Hal tersebut sudah diatur dengan jelas dalam ilmu fiqih.

Pelaksanaan Shalat Jenazah Sesuai Ilmu Fiqih
Fiqih Mengenai Shalat Jenazah Secara Umum

Shalat jenazah ialah ibadah yang dilakukan sebagai penghormatan terakhir terhadap seseorang ketika meninggal sebelum dikuburkan. Berbagai informasi lanjut tentang hal tersebut dapat mengunjungi Media Pelajaran Fiqih Online. Inilah ringkasan mengenai aturan dan caranya:

1. Hukum Shalat Jenazah
Hukum dari shalat jenazah ialah fardhu kifayah yakni wajib namun jika sudah dilakukan oleh orang lain maka gugur kewajiban bagi lainnya. Namun, tetap harus mengadakannya meskipun hanya diikuti oleh sedikit anggota.
Meskipun hukumnya fardhu kifayah, namun siapa saja boleh melakukannya sebagai bentuk bela sungkawa dan ikut mendoakan yang meninggal. Tentu saja makna dari pelaksanaannya lebih dari itu misalnya sebagai pengingat akan kematian.

2. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jenazah
Cara melaksanakan shalat jenazah berbeda dengan ibadah lainnya yakni tidak terdapat ruku dan sujud. Urutannya ialah membaca niat, takbiratul ihram sebanyak empat kali yang diselingi dengan Al-Fatihahm shalawat, serta doa di tiap-tiapnya.
Setelah itu, ditutup dengan salam tanpa duduk yakni dengan berdiri saja. menolehkan kepala kea rah kanan dan kiri seraya membaca ucapan salam. Pelaksanaan shalat jenazah harus secara berjamaah dan tidak bisa sendiri atau munfarid.

3. Syarat Pelaksanaan Shalat Jenazah
Dalam ilmu fiqih, terdapat syarat dalam melaksanakan shalat jenazah yakni seperti ibadah lainnya. Harus memiliki wudhu atau dalam keadaan suci, menutup aurat, dan terdapat mayat yang sudah dimandikan serta dikafani.
Selain itu, peletakkan mayat harus benar agar tidak salah dalam mengerjakan shalat ini. Jenazah diletakkan di depan imam dan makmum dengan posisi kepala menghadap ke utara sehingga orang yang menyolati tetap menghadap kiblat.
Melakukan shalat jenazah tidak hanya untuk beribadah saja namun juga sebagai bentuk duka cita terhadap kematian seseorang. Selain itu, juga menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dengan cara ikut mendoakannya.

Sekian ulasan mengenai shalat jenazah secara umum menurut ilmu fiqih. Untuk melaksanakan ibadah ini tentu harus didasari dengan ilmu yang benar agar pelaksanaannya juga sesuai dan sah.